Sumur Mbah Demang

Sumur bertuah yang menurut cerita berasal dari sebungkus air pemberian pendamping Asrah saat ia pulang dari kraton. Sampai di rumah air itu dilemparkannya ke pelataran, dan berubah menjadi pancaran mata air yang akhirnya menjadi sumur bertuah (sumur Mbah Demang). Sumur tersebut sampai sekarang masih terawat dengan baik.

Pada akhir abad 18 sampai awal tahun 1900-an, sumur Mbah Demang mencapai titik puncak ketenarannya sebagai air yang bertuah. “Banyak warga Kwarasan dan luar daerah yang tertolong, dengan keberadaan sumur bertuah yang dapat menyembuhkan orang sakit.

Setiap ada orang sakit tentu merujuk ke sumur mbah Demang, oleh karena itu warga Kwarasan merasa sangat beruntung, banyak orang menjadi waras ‘sehat’ karena kebaikan hati mbah Demang memberikan air sumur tersebut. Lama kelamaan sering terucap kata waras, yang menjadi buah bibir masyarakat sehingga menginspirasi nama padukuhan seperti tersebut.